prediksi bola
Menpora Himbau Jangan Terprovokasi Bubarkan PSSI
Published On: Fri, Dec 12th, 2014

Menpora Himbau Jangan Terprovokasi Bubarkan PSSI

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, diharapkan tidak terjebak dengan isu seputar desakan Forum Diskusi Suporter Indonesi (FDSI) untuk membekukan PSSI lantaran emosi sesaat. Hal ini diungkapkan Komite Media PSSI, Edy Lahenko.

Menurut Edi, intervensi pemerintah yang terlalu jauh terhadap PSSI, apalagi sampai membekukan, justru akan membuat suram sepak bola Indonesia.
menpora imam jokowi kabinet 2014 2015
“Kita harus tahu aturannya bahwa yang berhak membekukan asosiasi sepak bola di sebuah negara adalah FIFA. Dan jika pemerintah terlalu jauh intervensi PSSI, justru FIFA yang akan membekukan,” ujar Edy.

“Jika ini terjadi, PSSI dibekukan maka kompetisi akan terhenti. Kompetisi semua jenjang, dari usia muda sampai profesional yang tengah berjalan akan terhenti. Pembinaan usia muda akan mandek. Kasihan anak-anak kita yang ingin menyalurkan bakat mereka akan terhenti,”ia menambahkan.

Edy juga menyayangkan acara talk show “Mata Najwa” yang terkesan menjadi panggung pihak tertentu. Menurutnya ini tak lepas dari semakin dekatnya Kongres PSSI yang akan berlangsung sekitar awal tahun.

“Narasumber yang tampil dari dulu orang-orang ini saja. Kita tahu kok siapa di belakang mereka. Justru orang-orang inilah yang dulu merusak sepak bola kita,” kata Edy.

“Terjadinya dualisme kompetisi, dan terbukti justru kompetisi yang mereka gelar yang merusak sepak bola kita. Ada yang bertanding ada yang tidak, banyak pemain yang terlantar dan macam-macam persoalannya,” tambahnya.

Lebih jauh Edy berharap Menpora tidak terpancing dengan isu-isu yang sifatnya provokatif terhadap PSSI. Menurutnya jangan sampai kebijakan yang diambil Menpora justru akan berbalik merugikan Menpora sendiri dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

“Jangan sampai keputusan itu bagaikan menepuk air terkena muka sendiri. Nanti malah dia yang malu. Jangan sampai pemerintah terjebak dalam isu dimana ada kepentingan pihak tertentu di dalamnya,” ujarnya.

PSSI, kata Edy, bukannya antikritik. Menurutnya kritik bolah-boleh saja asalkan membangun dan seimbang. Artinya seimbang selain mengkritik, harus dilihat juga apa saja yang sudah dikerjakan PSSI sekarang.

“PSSI telah banyak berbuat misalnya dengan berjalannya kompetisi antar jenjang dari usia muda hingga profesional (ISL), prestasi Timnas U-19 yang juara Piala AFF, dan lain-lain. Jadi jangan hanya melihat satu kasus saja, banyak hal positif yang telah dibuat PSSI,” tukasnya. (inilah bola)

About the Author

-

member id MCI indnesia

twitter euro 2012
-->