prediksi bola
Piala Kemerdekaan Tetap di gelar Usai Bulan Ramadhan
Published On: Sun, Jun 7th, 2015

Piala Kemerdekaan Tetap di gelar Usai Bulan Ramadhan

Ketika berbicara sepak bola nasional mungkin yang akrab di telinga pecinta si kulit bundar adalah janji Menpora Imam Nahrawi yang bakal menggelar kompetisi di Tanah Air. Namun, sejak diterbitkannya surat pembekuan kepada PSSI hingga turunnya sanksi tegas dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), kompetisi yang dijanjikan politikus PKB belum juga terlaksana. Apa yang membuat orang nomor satu di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sampai sulit untuk melaksanakan turnamen yang bertajuk Piala Kemerdekaan tersebut?

Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Muhammad Noor Aman sedikit memberikan angin segar kepada pecinta sepak bola nasional terkait turnamen Piala Kemerdekaan. Ia menerangkan semua bahan untuk menggulirkan kompetisi tersebut telah dirancang oleh tim transisi bentukan Menpora.

Bahkan pria paruh baya yang khas dengan kacamatanya itu menjelaskan jika turnamen Piala Kemerdekaan tetap berlangsung. Kemungkinan, kata dia, kompetisi itu baru akan bergulir sehabis lebaran. Pernyataan itu disampaikan Noor Aman dalam sebuah acara Polemik SindoTrijaya Network dengan tema ‘Bola Tak Lagi Bundar’, Sabtu (6/6/2015).

“Soal Piala Kemerdekaan sudah dirancang oleh tim transisi. Kalau di kemudian hari ada turnamen bersifat profesional, maka pasti ke depannya itu harus melalui verifikasi juga. Baik itu mengenai klub maupun operatornya itu sendiri. Sampai sekarang masih dirancang dan kalau tidak ada hambatan akan diselenggarakan sesudah ramadan,” jelas Noor Aman.

Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) terus bergerak menyusun strategi. Bahkan untuk bisa menggelar turnamen Piala Kemerdekaan, tim yang dikomandani Bibit Samad Rianto akan merayu klub agar sudi ikut serta.

Selain itu, Tim Transisi juga mengaku tengah mengadakan komunikasi dengan salah satu sponsor untuk menggulirkan Piala Kemerdekaan ini. Meski diragukan sejumlah pihak, anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi yakin timnya akan mampu menggandeng semua perangkat pertandingan, termasuk klub peserta sendiri yang hingga saat ini belum ada yang mendaftar. (Baca juga: Gulirkan Piala Kemerdekaan Tim Transisi Terus Rayu Klub)

Singkat kata, ketika disinggung andai klub lokal enggan mengikuti Piala Kemerdekaan dan Tim Transisi lebih memilih untuk membawa klub di luar Indonesia, apakah ini sama saja event bertajuk Internasional? Dengan nada dingin, Noor Aman menjawab itu asumsi yang terlalu jauh.

“Kalau saya lihat itu asumsi yang terlalu jauh. Jadi saya yakin sih, kalau itu digulirkan mungkin klub lokal akan ikutserta kan semua orang butuh. Dan, ketika event ini diselenggarakan maka klub-klub ini akan segera ikutserta. Daripada mereka menunggu kompetisi dari PSSI yang sampai sekarang tidak ada, kan lebih bagus mengikuti kompetisi yang dirancang oleh pemerintah,” terang Ketum BOPI. 

Soal perangkat pertandingan mulai dari keamanan hingga wasit serta operatornya? “Sudah dipersiapkan dan perangkat ini manusia juga kan. Seperti wasit karena mereka mencari hidup juga kan. Mau loyal sama siapa yang penting mereka bisa makan. Kita realistislah bahwa ini bisa terjadi sehabis ramadan. Sejauh ini PT Liga belum memberikan jawaban terkait masalah ini. Meskipun kami sudah berbicara dengan mereka, tapi sampai sekarang mereka belum siap secara psikologis,” tutup Noor Aman.(sindo)

About the Author

-

member id MCI indnesia

twitter euro 2012
-->