prediksi bola
Menpora Tunda Pelaksanaan KickOff Liga Super Indonesia ISL
Published On: Sat, Feb 14th, 2015

Menpora Tunda Pelaksanaan KickOff Liga Super Indonesia ISL

Melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Tim Sembilan merekomendasikan penundaan Liga Super Indonesia (ISL) 2015 kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Tim Sembilan bentukan Menpora untuk mengevaluasi PSSI itu mengungkapkan bahwa ISL harus ditunda sampai dipenuhinya lima standar pengelolaan organisasi dan kejuaraan sesuai UU Nomor 3 Tahun 2005.

“Berdasarkan pemaparan dari BOPI terhadap hasil verifikasi, Tim Sembilan merekomendasikan kepada Menpora melalui BOPI untuk menunda atau menerbitkan penyelenggaraan kompetisi ISL,” kata Ketua Tim Sembilan, Oegroseno, di Kantor Kemenpora, Jumat (12/2/15) .

Oegro mengatakan lima persyaratan yang harus dipenuhi PT Liga dan klub peserta tersebut adalah sebagai berikut:

1. Seluruh klub peserta ISL harus segera melunasi tunggakan kepada pemain, pelatih dan ofisial tim dengan menyertakan bukti pelunasan.

2. Seluruh klub ISL 2015 harus menyertakan dokumen kontrak kerja profesional pemain, pelatih dan ofisial tim kepada BOPI.

3. Operator ISL dan seluruh klub peserta harus menyerahkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), bukti pembayaran dan pelunasan pajak serta persyaratan lain yang telah ditetapkan BOPI.

4. Khusus persyaratan garansi bank, dapat dipenuhi oleh seluruh klub paling lambat pertengahan musim kompetisi ISL 2015.

5. Dalam menyelenggarakan ISL 2015, rekomendasi BOPI menjadi syarat administrasi yang wajib dipenuhi dalam proses izin keramaian yang akan dikeluarkan oleh BOPI.

BOPI menegaskan bahwa surat rekomendasi akan dikeluarkan sesuai jadwal kickoff 20 Februari 2015 jika seluruh klub setidaknya melengkapi tiga dari lima syarat yang direkomendasikan Tim Sembilan.

“Prinsipnya beberapa hal yang direkomendasikan Tim Sembilan tidak boleh ada tunggakan gaji pemain, ada dokumen kontrak kerja, dan bukti pembayaran pajak,” kata Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho.

“Saya kira dokumen tersebut bukannya tidak ada, tetapi hanya terlambat diserahkan. Sepertinya tidak masuk akal jika klub profesional tidak mengharuskan pemainnya mempunyai NPWP,” Heru menambahkan.

Rekomendasi ini dibuat lewat pertemuan Tim Sembilan bersama BOPI, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Ditjen Imigrasi, Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja, serta Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI).(tar)[yob] – (inilah)

About the Author

-

member id MCI indnesia

twitter euro 2012
-->