prediksi bola
Persib Siap Antisipasi Kecepatan Boaz Salossa
Published On: Thu, Nov 6th, 2014

Persib Siap Antisipasi Kecepatan Boaz Salossa

Persib Bandung hanya tinggal selangkah lagi menuju juara setelah 19 tahun tanpa gelar. Tantangan terakhir, Maung Bandung harus menjungkalkan Persipura Jayapura di final Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Jakabaring, Jumat (7/11).

Namun laga berat akan dihadapi Firman Utina dkk di final, karena bakal melawan tim tangguh Persipura yang berstatus juara bertahan.
final liga super indonesi jadwal 2014 2015
Namun Pelatih Djajang Nurdjaman mengatakan, siap meladeni Mutiara Hitam dan meredam kecepatan Boaz Salossa dkk.
“Kami sudah siap menghadapi mereka nanti, pemain memiliki semangat dan saatnya kita harus mengakhiri dahaga gelar. Itu juga yang menjadi semangat pemain,” ujar Djajang di Palembang, Rabu (5/11).
Ia menilai keberadaan suporter dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi kekuatan tersendiri bagi pemain untuk selalu tampil fight sepanjang pertandingan. Bahkan saat Persib sudah unggul pun mereka tidak pernah berhenti untuk terus bertarung.
“Itu sudah dibuktikan saat melawan Arema,” ujarnya.
Ia menilai Persipura merupakan lawan yang berat. Tim yang ditinggalkan Jacksen F Tiago itu justru semakin solid ketika di final.
“Jujur saya sudah tahu kekuatan Persipura, tetapi kami belum pernah bertemu musim ini. Persipura kuat dan memiliki kecepatan, itu yang harus kami atasi. Mereka pun sangat tenang dan Boaz mampu menyelesaikan peluang. Kini yang kami lakukan ada mempersiapkan fisik dan mental melawan mereka,” jelasnya.

Catatan menarik tentang peluang Persib juara di musim ini adalah ketika melihat catatan juara Persipura yang selalu meraih gelar juara di tahun ganjil. Persipura juara di tahun 2005 ketika masih diarsiteki Rachmat Darmawan. Setahun kemudian, Persipura tidak bisa mempertahankan juara.

Kemudian di tahun 2009, Persipura kembali meraih juara di bawah asuhan Raja Isa. Namun lagi-lagi selanjutnya Persipura tidak bisa mempertahankan gelar. Baru kemudian di tahun 2013, Persipura kembali meraih juara LSI.
Sementara Persib juga punya kenangan buruk di final. Misalnya saja saat melawan PSMS Medan tahun 1985. Saat itu, di final, Persib bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah sebelumnya tertinggal 2-0. Ajat Sudrajat dan Iwan Sunarya dari Persib, pencetak gol penyama kedudukan. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke adu penalti dan tragis, Persib kalah lewat drama adu penalti.

Djadjang pun mengaku tidak ingin mengulang kegagalan Persib di final. Ia ingin menjawab tuntutan 19 tahun tanpa juara.
“Kami hanya selangkah lagi menuju juara setelah 19 tahun. Jika kami bisa menang melawan Persipura, tentu itu akan menjawab belasan tahun tanpa gelar,” kata Djadjang.
Secara terpisah, Pelatih Persipura, Mettu Duaramuri menilai Persib musim ini memiliki skuat yang nyaris sempurna di semua lini. Jika ada yang bilang Persib itu memiliki skuat yang pas-pasan, kata Mettu, itu salah, tetapi mereka memiliki yang sangat pas dan sesuai dengan kebutuhan pelatih.
“Itu sudah mereka perlihatkan saat mengalahkan Arema. Makanya di partai puncak ini saya sangat meminta pemain untuk waspada dan tidak boleh lengah, terutama di menit-menit akhir. Keberadaan pemain seperti Konate Makan, Firman Utina dan Atep sangat berbahaya ketika lengah sedikit saja,” jelasnya.

Ia mengatakan, di mana pun Persipura siap menghadapi Persib Bandung, termasuk di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Ia menilai semua tim yang mampu melaju sampai ke final memiliki kekuatan yang sama.
“Tidak masalah siapa pun lawannya karena semua tim punya kualitas. Dan itulah yang jadi bukti Persib masuk final. Jadi, kami tidak bisa memilih. Soal di mana laga final akan dimainkan (Palembang atau Jakarta), bagi kami sama saja. Dimanapun kami sudah siap,” ujarnya.

Untuk laga final, Panitia Penyelengara (Panpel) lokal sudah mencetak 14.500 tiket untuk para penonton yang ingin menonton langsung ke stadion Jaka Baring, Palembang, Jumat (7/11).
“Kami mencetak tiket sekitar 14.500 lembar. Ini sama jumlahnya dengan tiket yang kami cetak untuk semifinal kemarin,” kata Faisal Mursyid, Sekretaris Panpel lokal.
Mursyid melanjutkan, H-1 pertandingan, penonton bisa membeli tiket di Kantor Sriwijaya FC. Bagi para Bobotoh atau suporter Persipura yang ingin membeli tiket secara on line bisa dibooking Kiostix.com. Panpel juga tetap akan menjual pada hari pertandingan, di area stadion.
“Untuk harganya termahal dijual Rp.100 ribu ( VVIP), Rp.50 ribu (VIP) dan untuk Tribun Timur, Utara, Selatan kami jual 20 ribu,” kata dia. (men/tribun jabar) (superball)

About the Author

-

member id MCI indnesia

twitter euro 2012
-->